Setetes Harapan Ditengah Keterpurukan Dunia Karena Wabah Corona

Kita menyadari bahwa saat ini adalah masa terburuk bagi orang-orang di seluruh dunia, saat virus corona terus menyebar ke sejumlah belahan dunia lainnya. Virus ini muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah pada Desember 2019 lalu.
WHO kemudian menetapkan virus ini telah menjadi pandemi karena menyebar ke sejumlah negara. Angka infeksi dan kematian meningkat. Kota-kota dan bahkan sejumlah negara ditutup dan orang-orang dipaksa mengurung diri.
Namun di tengah sejumlah berita yang mengkhawatirkan, masih ada sederet alasan untuk menemukan harapan di tengah masa sulit ini. Sebagaimana diuraikan dalam beberapa bagian berikut ini, inilah hikmah dari pandemi virus corona di seluruh dunia:1 dari 5 halaman

Polusi Menurun

Ketika negara-negara melakukan isolasi karena virus, ada penurunan tingkat polusi yang signifikan.
Dikutip dari BBC, Minggu (22/3), baik China dan Italia utara telah mencatat penurunan besar dalam nitrogen dioksida - pencemar udara yang serius dan bahan kimia pemanasan yang kuat - di tengah berkurangnya aktivitas industri dan pergerakan kendaraan.
Para peneliti di New York juga mengatakan kepada BBC, hasil awal menunjukkan karbon monoksida, terutama dari mobil, telah berkurang hampir 50 persen dibandingkan tahun lalu.
Dengan adanya pembatalan penerbangan secara massal oleh sejumlah maskapai dan jutaan orang bekerja dari rumah, negara-negara di seluruh dunia diharapkan juga mengalami penurunan tingkat polusi.2 dari 5 halaman

Sungai Bersih dan Jernih

Pada catatan yang sama, penduduk Venesia telah melihat peningkatan besar dalam kualitas air dari kanal-kanal terkenal yang mengalir di kota.

Jalan-jalan tujuan wisata populer di Italia utara telah dikosongkan di tengah wabah yang mengarah pada penurunan drastis lalu lintas air, yang memungkinkan meningkatnya endapan.

Air yang biasanya keruh menjadi sangat jernih sehingga ikan bahkan bisa terlihat dari permukaan sungai.

Berbagi Kebaikan

Ada banyak cerita tentang panic buying dan memperebutkan tisu gulung dan makanan kaleng, tetapi virus ini juga mendorong munculnya aksi kebaikan di seluruh dunia.

Dua warga New York mengumpulkan 1.300 sukarelawan dalam 72 jam untuk mengirimkan bahan makanan dan obat-obatan kepada lansia dan orang-orang yang rentan di kota.

Facebook mengatakan ratusan ribu orang di Inggris telah bergabung dengan sejumlah kelompok solidaritas, sementara kelompok serupa telah dibentuk di Kanada, memicu tren di sana yang dikenal sebagai "caremongering".

Supermarket di Australia menciptakan "jam lansia" khusus sehingga pembeli yang lebih tua dan mereka yang cacat memiliki kesempatan untuk berbelanja dengan tenang.

Orang-orang juga telah menyumbangkan uang, berbagi resep dan berolahraga, mengirim pesan-pesan yang menggembirakan kepada para lansia yang terisolasi sendiri dan mengubah bisnis menjadi pusat distribusi makanan.

Mendekatkan Masyarakat

Pandemi ini telah membuat komunitas di seluruh dunia lebih dekat dengan saling menguatkan.

Di Italia, di mana isolasi di seluruh negeri diberlakukan, orang-orang bergabung bersama di balkon mereka sembari menyenandungkan lagu penyemangat.

Seorang instruktur kebugaran di Spanyol selatan memimpin kelas olahraga dari atapnya di tengah-tengah kompleks apartemen, yang dihuni oleh warga yang terisolasi.

Banyak orang telah menggunakan kesempatan untuk berhubungan kembali dengan teman dan orang yang dicintai melalui panggilan telepon atau video, sementara sejumlah orang menyelenggarakan sesi clubbing atau pub virtual menggunakan aplikasi ponsel pintar.

Virus ini juga menyoroti pentingnya petugas kesehatan dan orang lain yang bekerja di layanan utama. Ribuan orang Eropa berdiri balkon dan jendela mereka untuk memberi tepuk tangan kepada para dokter dan perawat yang memerangi virus, sementara mahasiswa kedokteran di London telah mengajukan diri untuk membantu para profesional kesehatan dengan perawatan anak dan pekerjaan rumah tangga.

Kegiatan Kreatif dan Saling Hibur


Dengan jutaan orang sekarang terjebak dalam isolasi, banyak yang menggunakan kesempatan berbagi kegiatan kreatif. Pengguna media sosial telah membagikan detail hobi baru mereka, termasuk membaca, membuat kue, merajut, dan melukis.

Perpustakaan Umum di Washington DC menggagas klub buku virtual, sementara koki Italia peraih bintang Michelin Massimo Bottura telah meluncurkan seri Instagram yang disebut Kitchen Quarantine, mengajarkan resep dasar pecinta makanan yang terjebak di rumah.

Seorang guru seni di negara bagian Tennessee, AS, membuka kelas streaming langsung untuk anak-anak yang tidak bersekolah, menginspirasi mereka untuk menjadi kreatif di rumah.

Dan sementara banyak ruang publik telah ditutup, penggemar seni telah membuat sebagian besar tur virtual yang ditawarkan oleh galeri terbesar di dunia, mengamati lukisan-lukisan terkenal Louvre di Paris dan patung klasik museum Vatikan dari ruang tamu mereka.

Observatorium Sydney Australia menawarkan tur langit malam bagi orang-orang yang terjebak di rumah.

Bintang-bintang pop termasuk vokalis Coldplay Chris Martin dan penyanyi country Keith Urban juga telah tampil live streaming untuk mengatasi kebosanan saat masa isolasi.

Source : Merdeka.com